dua windu merindu

Kemanakah dia
sudah dua windu tidak bertemu
membuatku merindu
aku sudah tidak malu
kemanakah dia
Kemanakah canda tawa
sudah dua windu kamu tidak melucu
membuatku termangu
aku rindu
kemanakan canda tawa
pasir terhembus angin perlahan
beberapa butiran pasir terbang ke udara
beberapa rona muncul perlahan dalam benak
hatiku rindu
dia adalah musuh dari sebuah kesedihan
namun dia adalah sumber kesedihanku selama dua windu
tidak apa apa karena akan selalu kutunggu
kuingin dia muncul sekarang juga
atau apakah karena dia tidak suka ketika dia mengetahuinya
bahwa aku suka dia dalam sebuah bayangan
aku tidak mengharapkan apapun
biarkan aku larut dalam rindu
dua windu terasa sebentar
namun sebuah kerinduan menemaniku dalam dua windu ini
*seperti melewati dua windu, kamu tahu sendiri*

<< Home